<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-794880779911431966</id><updated>2011-07-18T17:07:55.971+07:00</updated><category term='work from home mom'/><category term='mompreneur'/><category term='manajemen'/><category term='ibu bekerja dari rumah'/><category term='strategi'/><title type='text'>Go Wirausaha!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gowirausaha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794880779911431966/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gowirausaha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Andinie Sunjayadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05532708638685559102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_D11fhHzVsQQ/Rs-d3DKkMJI/AAAAAAAAAAc/YlVYv4fBXXY/s200/andinie1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794880779911431966.post-7900182528821129133</id><published>2011-05-20T22:21:00.002+07:00</published><updated>2011-06-15T17:48:41.047+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='work from home mom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mompreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu bekerja dari rumah'/><title type='text'>Mompreneur Itu Beda!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_D11fhHzVsQQ/Smc3I84vjQI/AAAAAAAAAqE/WfJ6f0x93SI/s1600-h/mompreneur.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D11fhHzVsQQ/Smc3I84vjQI/AAAAAAAAAqE/WfJ6f0x93SI/s200/mompreneur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361314508330470658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tulisan yang saya buat ini merupakan terjemahan dan penulisan ulang dari artikel &lt;a href="http://twitter.com/lisadruxman"&gt;Lisa Druxman&lt;/a&gt; dari &lt;a href="http://entrepreneur.com/"&gt;Entrepreneur.Com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik. Dia mengawali &lt;a href="http://www.entrepreneur.com/startingabusiness/mompreneur/mompreneurcolumnistlisadruxman/article200924.html"&gt;artikel satu ini&lt;/a&gt; dengan pertanyaan: Apakah seorang 'mompreneur' berbeda dari kebanyakan pengusaha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ya. Apakah perbedaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lisa, 'mompreneur' itu berbeda. Dan perbedaannya termuat dalam 4 hal berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asal muasal inspirasi bisnis mereka&lt;/span&gt;. Banyak ibu-ibu yang mulanya tidak bermaksud untuk berbisnis. Namun, mata 'keibuan' mereka sering menangkap kekurangan disana-sini, kebutuhan yang seharusnya bisa terpenuhi namun belum tersedia di pasaran. Nah! peluang ini ditangkap lalu dikembangan menjadi bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya memproduksi &lt;a href="http://www.kokomungil.com/"&gt;baju koko untuk bayi&lt;/a&gt; pun awalnya demikian. Saya ingin agar bayi laki-laki saya mengenakan baju koko untuk lebaran, namun setelah mencari sana-sini, produk untuk bayi ternyata tidak ada. Akhirnya saya membuat sendiri, ternyata menarik. Ketika menjajal produk ini untuk dipasarkan, rekasinya sungguh menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sering juga, bukan barang atau jasa yang menginspirasi para ibu ini. Tapi keinginan untuk dirumah bersama anak-anak sesering mungkinlah yang menjadi pendorong. Rasanya, ini juga bisa disebut sebagai rasa keibuan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara mereka bekerja. &lt;/span&gt;Ibu-ibu yang menjalankan bisnis dari rumah sepertinya tidak memiliki jam kerja yang sama satu dengan lainnnya. Fleksibel saja. Rata-rata para ibu dengan anak yang masih bayi, atau balita, akan bekerja selama balita mereka tidur atau saat mereka bersama pengasuhnya. Kadang juga para ibu ini membawa serta alat-alat komunikasinya ke tempat bermain dan berbisnis dari sana. Anak dan keluarga selalu diletakkan di nomor pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, para ibu ini biasanya bekerja nyaris 24 jam. Saat bersama anak-anak, mereka biasanya memikirkan pekerjaan. Saat bekerja, pikiran pun selalu terbang pada anak-anaknya. Apakah Anda juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ruang kerja mereka.&lt;/span&gt; Kebanyakan 'mompreneur' bekerja dari rumah. Mereka juga membiasakan diri untuk bisa bekerja di dan dari mana saja. Ruang kerja para 'mompreneur' ini biasanya virtual. Kita bisa menemui mereka saat bekerja dari kafe, perpustakaan umum, ruang tunggu taman bermain anak, atau di pusat perbelanjaan. Andaikan memiliki semacan kantor, maka desainnya akan dibuat nyaman untuk kehadiran anak-anak disana. Bagaimakah kantor-rumahan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alasan mereka bekerja.&lt;/span&gt; Banyak alasan yang membuat seorang ibu masuk dalam bisnis rumahan. Beberapa ingin membantu perekonomian keluarga. Beberapa yang lain ingin mencoba untuk berprestasi, beraktualisasi diluar dunia rumah tangga. Ada juga yang ingn menciptakan semacam perubahan dalam dunia karir. Meski banyak juga yang pada akhirnya sukses dan memiliki penghasilan besar, namun tidak sedikit yang tidak terobsesi pada uang. Titik ini yang sangat membedakan 'mompreneur' dengan pengusaha biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era internet ini, rasanya makin banyak para bunda yang akhirnya menceburkan diri dalam ndustri/bisnis rumahan. Saya turut berbahagia melihat semakin banyak kaum ibu yang bisa melakukan dua hal sekaligus: bisa &lt;a href="http://funwork.in/"&gt;merealisasikan impiannya&lt;/a&gt;, dan tetap menjadi &lt;a href="http://ruangbunda.net/"&gt;ibu rumah tangga&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794880779911431966-7900182528821129133?l=gowirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gowirausaha.blogspot.com/feeds/7900182528821129133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794880779911431966&amp;postID=7900182528821129133' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794880779911431966/posts/default/7900182528821129133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794880779911431966/posts/default/7900182528821129133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gowirausaha.blogspot.com/2009/07/mompreneur-itu-beda.html' title='Mompreneur Itu Beda!'/><author><name>Andinie Sunjayadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05532708638685559102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_D11fhHzVsQQ/Rs-d3DKkMJI/AAAAAAAAAAc/YlVYv4fBXXY/s200/andinie1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D11fhHzVsQQ/Smc3I84vjQI/AAAAAAAAAqE/WfJ6f0x93SI/s72-c/mompreneur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794880779911431966.post-8943949974132898826</id><published>2011-03-29T14:13:00.000+07:00</published><updated>2011-06-15T17:49:43.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi'/><title type='text'>RDBSAPP</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_D11fhHzVsQQ/Sl_uUfBbL7I/AAAAAAAAAp0/VTrg3zodnnM/s1600-h/reason.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 245px; height: 235px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D11fhHzVsQQ/Sl_uUfBbL7I/AAAAAAAAAp0/VTrg3zodnnM/s200/reason.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359264117286449074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sayang rasanya kalo tidak memposting tentang RDBSAPP ini. Postingan satu ini lebih saya posisikan sebagai pengingat bagi diri saya sendiri ketimbang bagi pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian huruf RDBSAPP ini pertama kali saya temukan dalam sebuah &lt;a href="http://roniyuzirman.blogspot.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; yang dengan setia selalu saya kunjungi. Singkatannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;R :&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Reason&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; D : &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Dreams&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; B : &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Belief&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S : &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Strategy&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;A : &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Action&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; P : &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Persistence&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; P : &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pray&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pebisnis, dan menurut saya sebagai manusia yang ingin mencapai titik kesuksesan apa pun, RDBSAPP ini harus kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;R&lt;/span&gt; ini menarik, sebab dalam banyak kajian, kegagalan atau kesuksesan sering dikatakan sebagai imbas dari besar/kecilnya dreams yang kita miliki. Sejak membaca tulisan di &lt;a href="http://roniyuzirman.blogspot.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; tersebut, saya sadar, bahwa seringnya saya menunda untuk melakukan action lebih karena lemahnya reason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan. Saya sering (rasanya) sering kekurangan vitamin yang satu ini...&lt;br /&gt;Mungkin karena zona yang sangat nyaman, di rumah, dinafkahi dengan baik, bersenang-senang dengan anak-anak... saya jadi kurang gigih. Ah... :-(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794880779911431966-8943949974132898826?l=gowirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gowirausaha.blogspot.com/feeds/8943949974132898826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794880779911431966&amp;postID=8943949974132898826' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794880779911431966/posts/default/8943949974132898826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794880779911431966/posts/default/8943949974132898826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gowirausaha.blogspot.com/2008/09/rdbsapp.html' title='RDBSAPP'/><author><name>Andinie Sunjayadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05532708638685559102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_D11fhHzVsQQ/Rs-d3DKkMJI/AAAAAAAAAAc/YlVYv4fBXXY/s200/andinie1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D11fhHzVsQQ/Sl_uUfBbL7I/AAAAAAAAAp0/VTrg3zodnnM/s72-c/reason.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-794880779911431966.post-3473098293514475051</id><published>2011-01-28T13:03:00.001+07:00</published><updated>2011-06-15T17:49:07.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen'/><title type='text'>Mengelola Energi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_D11fhHzVsQQ/RvyZxDfjNJI/AAAAAAAAADE/6g1keVYvUQg/s1600-h/energi.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D11fhHzVsQQ/RvyZxDfjNJI/AAAAAAAAADE/6g1keVYvUQg/s400/energi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115132344816317586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah email menarik masuk ke mailbox saya. Topiknya tentang cara mengelola energi demi mencapai kondisi optimal dalam bekerja yang mengambil sumber dari &lt;a href="http://www.hrexcellency.com/"&gt;Anthony Dio Martin&lt;/a&gt;. Ternyata, dalam mengelola energi, prinsipnya bukan banyaknya waktu yang dihabiskan namun banyaknya energi yang kita curahkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. &lt;span style="" lang="NL"&gt;Bekerja satu jam dengan energi 100% akan sama efektif dengan bekerja dua jam tapi hanya 50% energi yang dicurahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Waktu kerja yang lama tidak identik dengan produktivitas. Tantangannya adalah bagaimana kita mampu mengerjakan berbagai pekerjaan sesuai target dengan waktu yang terbatas. Pada titik inilah manajemen energi menjadi penting. Kita akan mampu bekerja dengan baik bila menggunakan energi secara total, ini kuncinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ada tiga tips penting dalam mengelola energi ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Menghindari banyaknya kebocoran      emosi. Kondisi ini terjadi bila kita tidak fokus. Kita bekerja hanya      setengah hati. Tubuh beraktivitas, namun pikiran dan hati melayang ke      urusan lain. Banyak eksekutif sukses karena kemampuan mereka mengatasi      kebocoran emosi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Kemampuan untuk tidak menunda.      Menunda pekerjaan (procrastination) merupakan kebiasaan yang menghabiskan      banyak energi tanpa hasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;Tidak menunggu saat tepat untuk      memulai. Biasanya kita menunggu mood yang tepat bila akan bekerja, padahal      mood selalu datang dan pergi tanpa dapat diduga. Sebaiknya mulailah      pekerjaan sekarang juga, paksalah diri kita. Kalaupun merasa tidak nyaman,      mulailah dengan standar pekerjaan yang rendah, seperti membuat draft (bila      anda penulis), atau hal-hal ringan lain sembari membangkitkan mood. Bila      mood kerja yang kondusif telah didapat, pekerjaan yang telah kita mulai      tadi dapat dipoles dan disempurnakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Disiplin. Kata ini memang ajaib bila diaplikasikan dalam hidup. Disini, sikap contra agere –melawan kecenderungan negatif- amat diperlukan. Bila cenderung menunda, lawanlah dengan bekerja secara total. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Jadi, bisakah kita simpulkan bahwa pengelolaan energi sebenarnya adalah pengelolaan atas kualitas hidup kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selamat belajar mengelola energi. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/794880779911431966-3473098293514475051?l=gowirausaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gowirausaha.blogspot.com/feeds/3473098293514475051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=794880779911431966&amp;postID=3473098293514475051' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794880779911431966/posts/default/3473098293514475051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/794880779911431966/posts/default/3473098293514475051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gowirausaha.blogspot.com/2007/09/mengelola-energi.html' title='Mengelola Energi'/><author><name>Andinie Sunjayadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05532708638685559102</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_D11fhHzVsQQ/Rs-d3DKkMJI/AAAAAAAAAAc/YlVYv4fBXXY/s200/andinie1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D11fhHzVsQQ/RvyZxDfjNJI/AAAAAAAAADE/6g1keVYvUQg/s72-c/energi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
